Kultum Ramadhan Hari Ke-16: Hikmah dari Puasa Bagi Orang yang Bertakwa

M2NET Hikmah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillahir Rahmanir Rahim.”

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpah kepada kalian


الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ، وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

“Alhamdu lillahi nahmaduhu, wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruhu, wa na’udhu billahi min shuroori anfusina, wa min sayyi’ati a’malina, man yahdihillahu fala mudhilla lahu, wa man yudhlil fala hadiya lahu. Wa ashhadu alla ilaha illallah wahdahu la sharika lahu, wa ashhadu anna Muhammadan abduhoo wa rasooluhu, sallallahu alaihi wa aalihi wa ashabihi ajma’in.”

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang telah memberikan kita berbagai nikmat sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ḥallallāhu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.


Amma ba’du,

Hadirin yang dirahmati Allah,

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki hikmah yang jauh lebih besar. Salah satu tujuan utama puasa adalah mendidik kita menjadi orang yang bertakwa. Hal ini sebagaimana firman Allah:

📖 Dalil Al-Qur’an

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna min qablikum la’allakum tattaqûn.”

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Hadirin yang dirahmati Allah,

Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa hikmah utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Apa itu takwa? Takwa adalah menjaga diri dari murka Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Baca Juga:  Kultum Ramadhan Hari Ke-12: Tanggung Jawab dalam Berpuasa

Lalu, bagaimana puasa mendidik kita untuk bertakwa?

Mengajarkan Keikhlasan

Puasa adalah ibadah yang hanya Allah dan diri kita yang tahu. Tidak ada yang bisa melihat apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak, kecuali Allah. Ini melatih kita untuk beribadah dengan penuh keikhlasan.

Membiasakan Diri untuk Taat

Saat berpuasa, kita menahan diri dari makan dan minum sejak subuh hingga maghrib, hanya karena perintah Allah. Ini membentuk kebiasaan taat, sehingga setelah Ramadhan, kita lebih mudah menaati perintah Allah lainnya.

Melatih Kesabaran

Puasa mengajarkan kita untuk sabar menghadapi rasa lapar, haus, dan godaan lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

📖 Hadis Rasulullah ﷺ

الصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ

“Ash-shiyâmu nishfus-shabr.”

“Puasa adalah separuh dari kesabaran.” (HR. Ibnu Majah: 1745, Hasan)

Ketika seseorang terbiasa sabar dalam puasa, maka ia akan lebih mudah sabar dalam menghadapi ujian hidup.

Menjauhkan Diri dari Maksiat

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk. Rasulullah ﷺ bersabda:

📖 Hadis Rasulullah ﷺ

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Man lam yada’ qaulaz-zûri wal-‘amala bihi, fa laisa lillâhi hâjatun fî an yada’a tha’âmahu wa syarâbahu.”

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan maksiat, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari: 1903, Shahih)

Maka, jika kita benar-benar memahami makna puasa, kita akan menjadi lebih berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Marilah kita manfaatkan sisa hari-hari Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas takwa kita. Jangan hanya menjadikan puasa sebagai rutinitas tahunan, tetapi jadikanlah ia sebagai sarana untuk menjadi hamba yang lebih baik di hadapan Allah.

Baca Juga:  Kultum Ramadhan Hari Ke-17: Peran Takwa dalam Kehidupan Sehari-hari

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


بارك الله لنا ولكم في شهر رمضان، ونفعنا وإياكم بما فيه من الخير والبركات.

“Barakallahu lana wa lakum fi syahri Ramadhan, wa nafa‘ana wa iyyakum bima fihi minal khairi wal barakat.”

“Semoga Allah memberkahi kita dan kalian di bulan Ramadhan, serta memberikan manfaat kepada kita dan kalian dengan kebaikan dan keberkahan yang ada di dalamnya.”


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpah kepada kalian

Penulis: HaDyJaKa

Post Comment