Hijrah: Momentum Perubahan Menuju Pribadi Taqwa

M2NET Hikmah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpah kepada kalian


Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ، وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

“Alhamdu lillahi nahmaduhu, wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruhu, wa na’udhu billahi min shuroori anfusina, wa min sayyi’ati a’malina, man yahdihillahu fala mudhilla lahu, wa man yudhlil fala hadiya lahu. Wa ashhadu alla ilaha illallah wahdahu la sharika lahu, wa ashhadu anna Muhammadan abduhoo wa rasooluhu, sallallahu alaihi wa aalihi wa ashabihi ajma’in.”

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang telah memberikan kita berbagai nikmat sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ḥallallāhu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.


قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Qāla allāhu ta‘ālā fī kitābihil-karīm”

“Yā ayyuhal-ladzīna āmanū ittaqūllāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.”

“Allah Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia”

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Ya ayyuhan nasu ittaqu rabbakumu alladzi khalaqakum min nafsin wahidah, wa khalaqa minhaa zawjaha, wa batstsa minhuma rijalan katsiran wa nisa’a, wattaqullaha alladzi tasa’aluna bihi wal arham. Inna allaha kana ‘alaikum raqiba.

“Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu (Adam), dan darinya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kalian kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan kekerabatan. Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.”


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

:أَمَّا بَعْدُ

Ya ayyuhal ladzina amanu ittaqullaha wa qulu qaulan sadida, yushlih lakum a’malakum wa yaghfir lakum dzunubakum, wa man yuthi’illaha wa rasulahu faqad faza fauzan ‘azima.”

Amma ba‘du,

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah mendapatkan kemenangan yang besar.”

“Adapun setelah itu…”


مَعَاشِرَ ٱلْمُسْلِمِينَ رَحِمَكُمُ ٱللَّهُ

“Ma’asyirol muslimin rahimakumullah.”

“Wahai sekalian kaum Muslimin, semoga Allah merahmati kalian.”


Kita kini berada di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bukan sekadar perubahan angka tahun, namun ini adalah momentum besar dalam sejarah Islam: peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah.

Baca Juga:  Struktur Pembukaan Khutbah Jum’at Kedua: Sebuah Panduan Praktis untuk Khatib

Hijrah adalah titik balik peradaban, dari penindasan menuju kebebasan, dari kegelapan menuju cahaya. Namun, hijrah bukan hanya kisah sejarah. Hijrah adalah ruh perubahan yang harus terus hidup dalam jiwa umat Islam sepanjang masa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ٱلْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى ٱللَّهُ عَنْهُ

“Al-muhājir man hajara mā nahāllāhu ‘anhu.”
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari)

Ini adalah definisi hijrah spiritual dan moral. Bukan lagi perpindahan tempat, tapi perpindahan hati, niat, dan perilaku.

Hijrah: Dari Dosa Menuju Taubat

Hijrah berarti meninggalkan maksiat menuju ketaatan. Meninggalkan cinta dunia menuju cinta akhirat. Meninggalkan kesombongan menuju kerendahan hati. Hijrah itu perjuangan pribadi. Berat, tapi penuh kemuliaan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِي ٱلْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

“Wa man yuhājir fī sabīlillāhi yajid fil-ardhi murāghaman kathīran wa sa’ah.”
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisa: 100)

Ayat ini mengandung janji Allah, bahwa siapa yang bersungguh-sungguh meninggalkan keburukan dan berpindah kepada jalan-Nya, Allah akan cukupkan, lapangkan, dan berikan kemudahan.

Muharram: Awal Tahun, Awal Perubahan

Kita jangan jadikan tahun baru hijriyah hanya sebagai seremoni. Tidak cukup hanya dengan ucapan “Selamat Tahun Baru Islam” jika tidak diiringi dengan niat dan langkah perubahan.

Sudahkah kita muhasabah?

  • Sudahkah shalat kita lebih baik dari tahun lalu?
  • Apakah Al-Qur’an lebih sering kita baca dibandingkan medsos?
  • Apakah hubungan kita dengan orang tua, istri, anak, tetangga, makin harmonis?

Jika belum, maka inilah saatnya berhijrah.

Tujuan Hijrah: Mencapai Taqwa

Rasulullah ﷺ bukan hanya memindahkan umatnya secara fisik, tetapi memindahkan umat dari kehinaan menuju kemuliaan, dari kezaliman menuju keadilan. Karena itu, tujuan utama hijrah adalah menjadi pribadi bertaqwa.

Allah berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Inna akramakum ‘indallāhi atqākum.”
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Mari kita niatkan perubahan ini untuk Allah. Bukan sekadar ingin dipuji, bukan demi citra diri. Tapi karena kita ingin menjadi lebih baik di mata Allah.

Hijrah kita bisa dalam bentuk:

  • Dari menunda shalat, menjadi tepat waktu.
  • Dari sering ghibah, menjadi lebih menjaga lisan.
  • Dari boros waktu, menjadi produktif dalam ibadah dan amal.

Inilah hijrah sejati.

Jangan tunggu sempurna baru berhijrah. Berhijrahlah dulu, dan Allah akan sempurnakan kita dengan rahmat-Nya.


بارَكَ اللَّهِ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَاسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Barakallahu li wa lakum fil Qur’anil ‘Azhim, wa nafa’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wadz-dzikril hakim. Wa astaghfirullaha li wa lakum fastaghfiruh innahu huwal ghafurur rahim.”

“Semoga Allah memberkahi saya dan kalian semua dalam Al-Qur’an yang agung, dan semoga Dia memberi manfaat kepada saya dan kalian dengan ayat-ayat-Nya dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Saya memohon ampun kepada Allah untuk diri saya dan kalian, maka mohonlah ampunan-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Baca Juga:  Struktur Pembukaan Khutbah Jum'at Pertama: Sebuah Panduan Praktis untuk Khatib

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

:أَمَّا بَعْدُ

“Alhamdu lillaahi wa kafaa, wa ushallii wa usallimu ‘alaa Muhammadin al-Musthafaa, wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi ahlil-wafaa. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh”

Amma ba‘du,”

“Segala puji bagi Allah yang mencukupi (segala sesuatu), dan aku bersalawat serta mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad yang terpilih, juga kepada keluarganya dan para sahabatnya yang setia. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Adapun setelah itu…”


مَعَاشِرَ ٱلْمُسْلِمِينَ رَحِمَكُمُ ٱللَّهُ

“Ma’asyirol muslimin rahimakumullah.”

“Wahai sekalian kaum Muslimin, semoga Allah merahmati kalian.”


Setiap momen hijrah adalah undangan cinta dari Allah.
Allah ingin kita mendekat. Allah ingin kita berubah. Allah ingin kita selamat, dunia dan akhirat.

Maka jangan sia-siakan Muharram ini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ ٱلْأَعْمَالِ إِلَى ٱللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Aḥabbul-a‘māli ilallāhi adwamu-hā wa in qalla”

“Sebaik-baik amalan adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari & Muslim)

Mari kita mulai hijrah kecil-kecilan:

  • Tambah shalat sunnah.
  • Perbanyak dzikir harian.
  • Sisihkan waktu tilawah Qur’an.
  • Lembutkan hati dengan sedekah dan memaafkan.

Bila langkah ini terus dijaga, niscaya Allah akan tuntun kita menuju pribadi yang dicintai-Nya.


فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Fa yaa ayyuhal-muslimuun, uushiikum wa nafsi bi-taqwallahil-‘aliyyil-‘azhiim, wa’lamuu anna Allaha amarakum bi-amrin ‘azhiim, amarakum bish-shalaati was-salaami ‘alaa nabiyyihil-kariim, faqaal: Inna allaaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan-nabiyy, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alayhi wa sallimuu tasliimaa.

“Maka wahai kaum Muslimin, aku berwasiat kepada kalian dan diriku sendiri agar bertakwa kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan ketahuilah bahwa Allah telah memerintahkan kalian dengan suatu perintah yang agung, yaitu perintah untuk bersalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi-Nya yang mulia. Maka Dia berfirman: ‘Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan sebenar-benar salam.’ (QS. Al-Ahzab: 56)”


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin, kamaa shollaita ‘ala Ibraahiima wa ‘ala aali Ibraahiima, innaka hamiidum-majiid. Wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘ala Ibraahiima wa ‘ala aali Ibraahiima, innaka hamiidum-majiid.”

“Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan salawat kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Menemukan Ketenangan Hati di Tengah Kesibukan Duniawi

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

“Allahummaghfir lil-mu’miniina wal-mu’minaati wal-muslimiina wal-muslimaat, al-ahyaa’i minhum wal-amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud-da’awaat.”

“Ya Allah, ampunilah dosa kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa.”


اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Allahummakfinā biḥalālika ‘an ḥarāmika wa aghninā bi faḍlika ‘amman siwāk.”

“Ya Allah, cukupkanlah kami dengan rezeki yang halal sehingga kami tidak membutuhkan yang haram, dan berilah kami kecukupan dengan karunia-Mu sehingga kami tidak bergantung kepada selain-Mu.”


اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الجِسْمِ، وَزِيَادَةً فِي العِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ المَوْتِ، وَشَهَادَةً عِندَ المَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ المَوْتِ، وَالفَوْزَ بِالجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

“Allahumma inna nas’aluka salamatan fid-din, wa ‘aafiyatan fil-jism, wa ziyaadatan fil-‘ilm, wa barakatan fi ar-ruziq, wa tawbatan qablal-maut, wa shahadatan ‘inda al-maut, wa maghfiratan ba’dal-maut, wal-fawza bil-jannah, wal-najata minan-naar.”

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan tubuh, penambahan ilmu, keberkahan dalam rezeki, taubat sebelum mati, syahid di saat mati, ampunan setelah mati, kemenangan dengan surga, dan keselamatan dari api neraka.”


رَبَّنَا آتِنا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fi al-akhirati hasanatan wa qina ‘adhaban-nar.”

“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”


سُبْحَانَكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Subhanaka rabbil-‘izzati ‘amma yasifun, wa salamun ‘ala al-mursalin, wal-hamdu lillahi rabbil-‘alamin.”

“Maha Suci Engkau, Tuhan yang Maha Mulia, dari apa yang mereka sifatkan. Semoga keselamatan dilimpahkan kepada para rasul, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”


عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَادْعُوهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

“Ibādallāh, inna Allāha ya’muru bil-‘adli wa al-iḥsāni wa iytā’i dhī al-qurbā wa yanhā ‘ani al-faḥshā’i wa al-munkari wa al-baghyi ya‘iẓukum la‘allakum tadhakkarūn. Fa-udhkurullāha al-‘Aẓīma yadhkurkum wa asykurūhu ‘alā ni‘amihi yazidkum wa ad‘ūhu yastajib lakum wa la-dzikrullāhi akbar.”

“Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan (kalian) untuk berlaku adil, berbuat ihsan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil peringatan. Maka ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah (nikmat) kepada kalian. Dan berdoalah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengabulkannya. Dan sesungguhnya mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya).”


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpah kepada kalian


أقيموا الصلاة

“Aqimu shalat.”

“Laksanakanlah shalat.”

Penulis: Abah HaDy

Post Comment