Kultum Ramadhan Hari Ke-17: Peran Takwa dalam Kehidupan Sehari-hari

M2NET Hikmah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillahir Rahmanir Rahim.”

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpah kepada kalian


الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ، وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

“Alhamdu lillahi nahmaduhu, wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruhu, wa na’udhu billahi min shuroori anfusina, wa min sayyi’ati a’malina, man yahdihillahu fala mudhilla lahu, wa man yudhlil fala hadiya lahu. Wa ashhadu alla ilaha illallah wahdahu la sharika lahu, wa ashhadu anna Muhammadan abduhoo wa rasooluhu, sallallahu alaihi wa aalihi wa ashabihi ajma’in.”

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang telah memberikan kita berbagai nikmat sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ḥallallāhu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.


Amma ba’du,

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadhan mendidik kita menjadi pribadi yang bertakwa, sebagaimana firman Allah:

📖 Dalil Al-Qur’an

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha haqqa tuqâtihî wa lâ tamûtunna illâ wa antum muslimûn.”

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Takwa bukan hanya ibadah di bulan Ramadhan, tetapi harus menjadi gaya hidup kita setiap saat, setiap hari, dan sepanjang umur. Lalu, bagaimana peran takwa dalam kehidupan sehari-hari?

Baca Juga:  Ramadhan Penuh Berkah: 30 Tema Ceramah Pendek untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa

Takwa dalam Ibadah

Orang yang bertakwa selalu menjaga ibadahnya, bukan hanya di bulan Ramadhan. Setelah Ramadhan, mari kita tetap shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa sebagaimana yang sudah kita biasakan di bulan suci ini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Aḥabbul-a‘mâli ilallâhi adwamuhâ wa in qalla.”

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari: 6465, Shahih)

Takwa dalam Pergaulan

Orang yang bertakwa akan menjaga lisannya dari berkata kasar, ghibah, dan fitnah. Dia juga akan memilih teman yang shalih dan menjauhi pergaulan yang buruk.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Lâ yu’minu ahadukum hattâ yuhibba li-akhîhi mâ yuhibbu li-nafsih.”

“Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari: 13 , Muslim: 45, Shahih)

Maka, setelah Ramadhan, marilah kita menjaga hubungan baik dengan sesama, tidak menyakiti orang lain, dan selalu berusaha memberi manfaat.

Takwa dalam Mencari Nafkah

Orang yang bertakwa akan selalu mencari nafkah yang halal dan tidak berbuat curang dalam berdagang atau bekerja. Dia yakin bahwa rizki berasal dari Allah dan tidak perlu menghalalkan segala cara.

Allah berfirman:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Wa man yattaqillâha yaj‘al lahu makhrajan wa yarzuqhu min ḥaythu lâ yaḥtasib.”

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)

Hadirin yang dirahmati Allah,

Jangan sampai ketakwaan kita hanya ada di bulan Ramadhan. Jadikanlah takwa sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Jika kita terus bertakwa, maka Allah akan memudahkan urusan kita di dunia dan akhirat.

Baca Juga:  Kultum Ramadhan Hari Ke-19: Fadhilah Sedekah di Bulan Ramadhan

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa, sebelum, saat, dan setelah Ramadhan berlalu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


بارك الله لنا ولكم في شهر رمضان، ونفعنا وإياكم بما فيه من الخير والبركات.

“Barakallahu lana wa lakum fi syahri Ramadhan, wa nafa‘ana wa iyyakum bima fihi minal khairi wal barakat.”

“Semoga Allah memberkahi kita dan kalian di bulan Ramadhan, serta memberikan manfaat kepada kita dan kalian dengan kebaikan dan keberkahan yang ada di dalamnya.”


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpah kepada kalian

Penulis: HaDyJaKa

Post Comment